Sabtu, Mei 13, 2006

D I A

Sekarang aku lagi bingung. Aku lagi disibukkan mencari pecahan diriku yg tiba2 ngumpet entah ke mana. Sudah dipanggil-panggil tak juga menyahut. Aku belum memutuskan untuk dengan total segenap jiwa raga menyelungsup ke setiap sudut untuk mengeluarkan si dia yang tengah bersembunyi. Takutnya, kalo aku paksakan dia akan akan padam dan mati.

Dia gairahku
Dia yang memberikan arti.
Dia yang akan menjadi masa depanku.
Dia yang sempat hilang karena kecewa berat setelah aku berpaling kepada bentuk pecahan yang lain sebelum gw sempat setulus hati menjadikannya sesuatu yang berarti. Aku meninggalkannya dalam bentuk yang bahkan sebelum berkembang.

Aku tahu dia membaca tulisan ini karena memang dia adalah pecahan yang turut menghidupi diriku sebagai manusia. Aku tahu dia tidak akan selamanya sembunyi. Aku tahu dia takkan sanggup pergi dan melepaskan diri dariku. Aku cuma hanya ingin minta maaf. Aku cuma ingin memintanya kembali. Aku cuma ingin dia memberikan pencerahan dan jalan agar kami berdua bisa sama-sama meniti jalan untuk merintis masa depan.

Aku tunggu, selalu...

PS : bUat yang baca,... tulisan ini BUKAN untuk pacar atau suami atau selingkuhan atau segala perwujudan semacamnya. Ini benar2 pencarian "dia" yang memang bagian dari "diriku".

1 komentar:

BuRuNG mengatakan...

Udah siap2 mo koment panjang2... eh baca "PS" itu gw jadi mengurungkan niat.

Ngomong2, "dia" gw juga lagi nyangsang entah di mana loh! Jangan2 mereka lagi kencan yah?? Gimana kalo kita besanan... :">:">