Selasa, Maret 26, 2013

DUNIA DI DALAM MATA, omnibook ke-7



 Setelah  antologi cerpen bersama yang ke-enam, yaitu #Singgah terbit, kembali diluncurkan antologi bersamaku yang ketujuh, yaitu "Dunia Di Dalam Mata". Ini merupakan proyek omnibook komunitas @fiksimini yang begitu tenar di dunia maya. Beberapa bulan sebelumnya, komunitas tersebut mengadakan sayembara cerpen. Aku ingin mencoba peruntungan dengan mengirimkan dua cerpen, "Peri Bermata Biru" dan "Calon Presiden".


Nothing to lose, itulah perasaanku saat kukirimkan kedua cerpen itu. Aku pun tidak terlalu mengikuti perkembangannya, karena para penggiat fiksimini yang mengirimkan cerpen-cerpen mereka pun, kondang oleh kemampuan menulis dan diksi yang luar biasa. Aku yang lebih sering menulis "pop" jadi keder dan tidak berharap banyak. Lalu, beberapa teman menyebut namaku di linimasa, dan ternyata aku bagian dari 19 cerpen terpilih yang masuk di kumcer "Dunia di Dalam Mata". Cerpenku, "Peri Bermata Biru" terpilih! Sujud syukur.
 
Akhirnya #kumcerfm ini diluncurkan di Gathering Nasional Fiksimini ke-3 di Bandung, tepatnya di Kafe Siete tanggal 9 Maret 2013, lengkap drama aku terjungkal di pintu kafe dengan hidung nyaris membentur lantai kalau-kalau tidak ditolong oleh @baracoedaz di sana. Blame it on my 10-cm heels.

Oh well, it's life! Yang penting aku bahagia, karena satu "bayi"-ku akhirnya menemukan rumahnya. Oh ya, kumcer ini siap edar di toko-toko buku nasional di bulan April 2013. Sebagai gambaran, karena aku berhasil menamatkannya sehari sebelum aku menulis blog ini, kumcer ini berisi 23 cerpen terpilih, termasuk empat karya cerpenis cetar membahana seperti Agus Noor, Clara Ng, Aan Mansyur, dan Eka Kurniawan. Ada juga fiksimini-fiksimini terbaik dari tahun 2010-2012 yang dirangkum dengan apik dan beberapa ilustrasi yang keren. Cerpen-cerpen di dalamnya lebih beraroma "sastra" dan "filosofis", bukan "pop urban" seperti dua kumcer sebelumnya, Cerita Sahabat 2 dan Singgah.

Berikut kutipan "Peri Bermata Biru" karyaku di dalam "Dunia Di Dalam Mata":

 Apakah kau pernah bertemu peri bermata biru? Peri tampan dengan mata bulat biru langit. Saking birunya sampai kau bisa melihat seluruh semesta tiap kali menatap matanya? Bila iya, maka kuperingatkan. Jangan sampai kau jatuh cinta padanya. Karena peri itu sanggup membunuhmu, pelan-pelan, menyakitkan. 

SELAMAT MEMBACA!

Tidak ada komentar: