Senin, Juli 22, 2013

Kumcer bersama ke-8, #LOVEDICTION2



Di bulan Juli ini, ada satu cerpenku yang masuk kumpulan cerpen bersama (omnibook) terbitan KPG (Kepustakaan Populer Gramedia). Judul antologinya, #LOVEDICTION2.
Kumcer ini meneruskan kesuksesan kumcer #Lovediction1 yang terbit beberapa waktu sebelumnya.
Pertama kali dapat info untuk project #Lovediction2 ini dari twitter, kemudian diperkuat dorongan dari mbak Yuska Vonita untuk join di project ini. 


Di kumcer ini, aku menulis cerpen "Tompel si Tommy", sebuah kisah remaja tentang cowok ganteng dan kaya, tapi memiliki tompel di wajah. Pacar Tommy, Disha, sih sebenarnya nggak keberatan dengan tompel itu, tapi Tommy benar-benar nggak nyaman dan nggak pede dengan tompel ini. Lalu, dia melakukan satu tindakan ekstrem. Apa tindakannya? Lalu apa pengaruhnya pada hubungan Tommy dengan pacarnya?
Yuk mari dibaca saja, "Tompel si Tommy" di kumcer #lovediction2 ini.

Untuk cerita di balik layar cerpen "Tompel si Tommy" ini terinspirasi dari cerpen cerpenis tenar, mbak Ratih Kumala yang berjudul "Tahi Lalat di Punggung Istriku" yang terdapat di kumcer solonya, "Larutan Senja". Selepas baca cerpen mbak Ratih itu, terlintas satu plot "Tompel si Tommy" tersebut di kepalaku. Kutuliskan cerpen itu. setelah selesai, kusapa mbak Ratih dan meminta beliau membacanya. Ini sebagai bentuk penghormatan dan apresiasiku, sekaligus terima kasih, kepada mbak Ratih yang menulis cerpen yang begitu menarik sampai bisa menginspirasiku. Beruntungnya aku, mbak Ratih meresponsku dengan baik, bahkan memberi masukan untuk perbaikan cerpen tersebut. Duh, memang nggak salah kalau aku ngefans sama beliau, terlebih novelnya "Gadis Kretek" yang aku suka banget nget nget!

Jadi, penasaran dong sama cerpen "Tompel si Tommy" ini? Nah, sebelum beli bukunya, silakan baca sedikit kutipannya. 

Sering Tommy bertanya kenapa ia dinamai Tommy. Kenapa bukan Radit atau Dylan yang terdengar gagah. Memang tak ada yang salah dengan nama Tommy, tapi itu akan menjadi petaka bila ia terlahir dengan tompel di wajah. Tommy dan tompel. Rima yang tak enak didengar.

SELAMAT MEMBACA!

Tidak ada komentar: