Jumat, Juli 04, 2014

Selamat Ulang Tahun, Gagas Media

Gagas Media yang kusayangi,

Selamat ulang tahun. Hari ini engkau genap sebelas tahun. Kalau kau murid SD, aku membayangkan rentetan permintaan kado atau ajakan jalan-jalan yang kau ingin dapatkan di hari spesialmu. Mungkin mainan robot-robotan ala transformer atau boneka Barbie; atau malah seperti anak jaman sekarang, kau minta dibelikan tongsis. 
Tapi kau bukan anak SD. Engkau adalah rumah.
Rumah pertama yang mengadopsi novel solo perdanaku; dan juga novel-novel selanjutnya.


Perkenalan intim pertamaku dengan GagasMedia tentu berkat tangan Alexander Thian. Suatu malam ketika aku ada acara di Kinokuniya, Plaza Senayan, Alex mengajak ketemuan. Kupikir hendak ditraktir Alex, karena kalau tidak salah Alex baru saja berulang tahun. 
Ternyata di sana, aku dikenalkan dengan kru GagasMedia, di sebuah restoran, kalau nggak salah Marche atau di mana ya, lupa hehehe... Tapi aku ingat kru GagasMedia yang datang: ada Mbak Windy Ariestanty, Mbak Resita, Patresia, dan Om Em. Seharusnya ada Jia Effendi juga, tapi nggak tahu kenapa malam itu dia nggak bergabung. 

Ngobrol-ngobrol, ternyata aku ditanya apakah tertarik menerbitkan novel. Waktu itu masih gamang. Sebagai penulis cerpen, tentunya aku tidak terbiasa menulis novel yang butuh perencanaan matang dan napas panjang. Aku pun ditanya, apakah ada naskah-naskah cerpenku yang mempunyai potensi untuk dijadikan novel. Setelah kupikir-pikir, aku teringat draft fragment pendek yang berjudul "Rooftop Sunset" yang pernah kuikutkan di salah satu event Gagas Media "Holiday Writing Challenge" tahun 2012, walau tidak menang. Aku pun menceritakan premis fragmen pendek itu. Akhirnya kami semua terlibat diskusi. Aku terkesan sekali dengan keakraban mbak Rere dan Patres yang mengulik premisku, memberikan masukan dan bahkan, semangat untukku menulis novel. 

Aku pun pulang dengan masih membawa pertanyaan, apa aku sanggup menulis novel?

Pertemuanku dengan tim Gagas Media selanjutnya, membawaku berkenalan dengan Abang Christian Simamora. Jia yang saat itu sedang bersama Abang, menanyakan kapan akhirnya aku menulis novel. Aku masih ragu. Mereka terus menyemangati dan Abang berkata; lebih atau kurangnya begini; sebagus atau sejelek apapun menurutmu sebuah cerita, kalau masih mengawang-awang di kepala dan belum dituliskan secara utuh, kita tidak akan pernah tahu.

Akhirnya aku memberanikan diri menggarap bibit awal cerita itu menjadi draf yang berjudul "Serenade Senja". Akhirnya aku mengalami apa itu namanya revisi editor. Bagaimana naskahku ditelaah, disunting, diberi catatan di sana-sini. Aku belajar banyak. Penulisan novel memang berbeda dengan cerpen yang selama ini aku geluti. Tertatih-tatih, tapi seru.
Setelah diskusi dan revisi bersama Jia Effendi dan Gita Romadhona selaku editor, perdebatan memilih judul dan menyusun blurb, akhirnya novel perdanaku rilis tanggal 2 September 2013. (Aku masih ingat karena 2 September = tanggal 2 bulan 9 = 2+9 = 11)


Rasanya mau menangis nggak percaya saat akhirnya aku bisa menelurkan sebuah novel. After Rain adalah novel solo perdanaku dan Gagas Media bersedia sejak awal terlibat dalam prosesnya, dengan sangat telaten sekali. Aku masih ingat bagaimana rempongnya ketika harus ke kantor Gagas Media pertama kalinya. Nyaris nyasar dan hampir nangis di Pasar Minggu karena nggak tahu harus ke mana untuk tiba di sana. Ketika akhirnya sampai, dengan suasana kantor yang rumahan, sambutannya sangat menyenangkan. Aku dan para editor Gagas Media ngobrol. Keakraban mereka membuatku betah. Dan aku sempat-sempatnya sharing tentang Food Combining di kubikelnya Jia, bareng Jia, mbak Rere, dan Patres. 

Aku beruntung sudah menjadi bagian dari keluarga besar Gagas Media. Keakraban dan kehangatannya membuatku nyaman dan selalu merasa diterima. Mbak Windy, Jia, Om Em, mbak Rere, Patres, Michan, mbak Gita, Bara, dan semuanya. Sunday Meeting-nya yang aku suka banget, program-program promo, sesi ngobrol setelah event-event Gagas yang selalu seru dan membawa ke A-Ha! moment. I'm glad to be with you. 

Seperti yang kubilang tadi, Gagas Media sudah bukan seperti penerbit semata, melainkan rumah.

Selamat ulang tahun ke-11, Gagas Media, semoga panjang umur tanpa batas, menerbitkan karya-karya yang menghidupkan dan memandaikan para pembaca seluruh Indonesia.

Terima kasih telah menjadi rumah untuk naskah-naskahku. 
Semoga hubungan ini seperti tagline ulang tahunmu kali ini, terus tak terputus tanpa batas. 

Tidak ada komentar: