Senin, Juni 30, 2014

KENALAN SAMA FOOD COMBINING YUK!

Puasa tahun ini adalah puasa keempatku dengan pola hidup Food Combining (FC). Nggak hanya di bulan puasa saja, sehari-harinya pun aku menerapkan pola ini, walau memang masih jauh dari sempurna. Banyak orang yang mempertanyakan atau cenderung “menyerang” saat tahu aku makan ala FC ini. Padahal kalau saja mereka tahu, bahwa FC ini sesungguhnya pola makan yang hakiki, mengikuti fungsi biologis dan fisiologis tubuh, mereka pasti berbondong-bondong mengikutinya.
Aku pertama kali tahu tentang FC ini saat penulis favoritku, Dee (yang seorang vegetarian kalau tidak salah) mention seorang pelatih Yoga sekaligus pelaku FC selama 10 tahun lebih, Mas Erikar Lebang di akun twitternya @erikarlebang, sehingga aku penasaran dan mulai stalking. Pelan-pelan dari twit mas Erik yang lumayan sadis, tapi mencerahkan itu, aku belajar tentang pola hidup FC ini.
Karena banyak juga yang bertanya tentang FC padaku, baik di akun medsos dan kehidupan sehari-hari, aku coba merangkumnya dengan bahasa sederhana.
Pada dasarnya, sistem pencernaan adalah sumber kesehatan kita secara umum. Karena makanan/minuman yang kita masukkan ke dalam saluran pencernaan PASTI BERPENGARUH pada kesehatan kita.  Sebagian besar problem kesehatan itu sesungguhnya jika dirunut, akan ada hubungannya dengan pola makan kita.
Food Combining adalah gaya hidup yang menerapkan pola makan sesuai fungsi biologis dan fisiologis kita. Hah, apaan itu? Maksudnya begini, badan manusia itu sudah dirancang dengan sistem Illahi yang luar biasa, bergerak secara otomatis sesuai dengan jam biologisnya, atau istilahny Ritme Sirkadian. Nah, makanan yang kita makan pun harus menyesuaikan pola ini, agar bisa dicerna dengan baik dan menghasilkan hal-hal baik pula bagi tubuh.
Ritme tubuh dibagi 3. Biar gampang, dalam 24 jam, dibagi 8 jam sama rata untuk setiap fasenya. Yuk kita lihat satu-satu:
1. WAKTU MAKAN (12.00 – 20.00). Di fase ini, kita bisa makan sesuai dengan kaidah makan FC yang benar. Nanti akan dibahas lebih lanjut.
2. WAKTU PROSES (20.00 – 04.00) Di fase ini, tubuh berkonsentrasi untuk mencerna dan memproses apa-apa saja yang kita makan di waktu makan sebelumnya.  Jadi memang sebaiknya di waktu ini, kita tidak mengonsumsi apa-apa lagi.
3. WAKTU PEMBUANGAN (04.00 – 12.00). Di fase ini, tubuh akan membuang sisa pencernaan melalui feses, urin, keringat, dsb. Besarnya energy yang dibutuhkan tubuh dalam fase ini, maka sebaiknya makanan yang kita makan adalah makanan mudah cerna sehingga tidak memperberat kerja tubuh dalam melakukan tugas sesuai ritme sirkadiannya.
Lah kan itu waktunya sarapan?!
Oleh karena itu, pelaku FC mengonsumsi buah-buahan di fase ke-3. Buah-buahannya bisa apa saja: Apel, Pear, Jeruk, semangka, melon, papaya (my favorite!), pisang, strawberry, dsb. Sepanjang buah itu berserat, kaya air, dan matang pohon, silakan dikonsumsi. Buah-buahan yang tidak disarankan yaitu Durian, Nangka, Cempedak. Yakali mau sarapan sama duren... -_-
Tapi mana kenyang????
Kalau memang terbiasa menu lengkap ala nasi uduk, nasi goreng, lontong sayur, dsb untuk sarapan, buah-buahan akan terasa “sepele dan kurang mengenyangkan”. Tapi pernah nggak, setelah sarapan seberat itu, 1-2jam kemudian tubuh lemas, ngantuk, perut kembung, dan jadi pengin makan lagi. Yak, itu tanda tubuh kelelahan mengolah makanan yang kita makan. Pada dasarnya, tubuh akan “meminta” asupan makanan (dengan mekanisme lapar/haus), bila yang masuk itu belum memenuhi nutrisi yang dibutuhkan, sebanyak apapun yang kita makan. Padahal seharusnya makanan yang kita makan itu memberikan energi tanpa bikin ngantuk atau istilahnya kenyang-bego.
Kuncinya biar kenyang saat makan buah adalah makan 3-4 jenis, dengan porsi sewajarnya. Kunyah dengan baik. Kalau setengah jam, mendadak lapar, ya makan buah lagi. Begitu seterusnya sampai jam 12.
NGGAK PRAKTIS!
Lebih pilih mana, repot makan buah setiap pagi tapi badan fit dan segar, atau makan full tiap pagi tapi penyakitan dan lemas? Pilih deh ya.

Kemudian beberapa tips praktis ala FC yang bisa diaplikasikan pelan-pelan yang kuterapkan itu begini, nih.
1. AIR JENIPER. Hah? Jeniper Aniston? Bukaaan. JENIPER itu singkatan dari air JEruk NIpis PERes. Maksudnya, setiap pagi, begitu melek mata, minumlah air jeniper ini. Segelas air hangat dengan perasan satu buah jeruk nipis (aku lebih suka jeruk lemon lokal, seperempat kg Rp4.000,- bisa untuk 5-7hari). Gunanya untuk mengaktifkan enzim-enzim serta sebagai penguat liver kita yang semalaman bekerja mencerna makanan kita.
WOI, dapat salam dari sakit maag!
Cobain dulu deh, sekaligus camkan baik-baik di pikiran bahwa yang kita minum ini menyehatkan, bukan menyakiti. Kadang kan sugesti berpengaruh besar. Toh sekian banyak pelaku FC yang punya sakit maag akut-kronis mengikuti pola makan ini dengan baik, dan bisa sembuh total, termasuk mas Erikar sendiri.
2. Baru lanjutkan SARAPAN BUAH 20-30 menit kemudian. Aku biasanya mengawali dengan jus. Karena bersifat cair, jadi mudah serap. Jus kesukaanku Guava, Strawberry-Pisang (Kayak smoothies), Buah Naga, atau Semangka. Lanjutkan dengan buah potong. Makan tiap kali lapar. Biasanya aku bawa sekantung buah ke kantor, misalnya pepaya, melon, apel, pear, pisang, dll. Kurang jelas? Cek di sini.
3. Baru jam 12 (kadang aku cheating jam 11 udah makan hehehe), makan seperti biasa. Tapi ada aturannya.

- Di fase ini, jangan makan buah lagi. 
Karena buah mengandung fruktosa yang bersifat merusak nutrisi makanan lain, jadi biar aman nggak usah makan buah lagi. Cukup di sesi pertama tadi aja. Kalau buahnya beragam dan porsinya cukup, sudah memenuhi kebutuhan harian tubuh kok.
- Karbohidrat tidak boleh dimakan bersama protein hewani. 
Di sekolah dulu belajar kan, apa saja yang masuk karbohidrat, apa yang masuk protein hewani. 
Karbo: Nasi, kentang, jagung, roti, gandum, mie, pasta, dll.
Protein hewani: telur, daging ayam, ikan, daging merah, dll.
Protein nabati: Tahu, tempe, jamur, kacang-kacangan, dll.
Jadi padanannya Karbo + Protein Nabati atau Protein hewani + Protein nabati
MANA ENAAAKKK...
Memang gurihnya protein hewani dan manisnya karbohidrat itu memanjakan indera perasa kita. Wenaaak tenan, tapi di saluran cernanya itu ampun-ampunan. Pernah nggak, abis makan nasi+rendang, atau nasi+ayam goreng, atau Steak+french fries, dll, terus perut terasa kembung, begah, gak enak, sembelit dst. Yaksip. tau kan kenapa? Cek di sini dan juga di sini.
4. Selalu makan sayuran segar dalam tiap kali menu makanan lengkap kita. Contoh selada, timun, kol, wortel, kacang panjang, ya ala-ala lalapan Sunda gitu lah. Sayuran segar berguna banget untuk membantu sistem perncernaan. Ingat, makanan yang minim proses, misalnya pemanasan, pengemasan, dll, semakin sehat untuk tubuh kita.
5. Stop susu, kopi, teh, karena ketiganya tidak baik. Kopi dan teh bersifat diuretik yang menguras cadangan air dalam tubuh kita, sehingga untuk mengembalikan kondisi normal, dibutuhkan 3x lipatnya. Misalnya minum teh 1 cangkir, harus diganti 3 cangkir air putih agar tidak dehidrasi. (kondisi impas, belum termasuk memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh). Susu pun begitu. Ketiadaan enzim dalam tubuh kita, membuat laktosa susu sapi tak bisa dicerna tubuh. Coba deh, balita-balita dan anak-anak yang rajin minum susu formula itu, seberapa sering mereka batuk-pilek-panas-diare-alergi? Ketika dihentikan konsumsi susu dan diperbanyak konsumsi ala FC ini, bagaimana kondisi kesehatan mereka? Silakan coba di rumah.
6. Kurangi, bahkan stop gula. Duh, gula itu merusak ya. Yang manis itu yang berbahaya, bahkan termasuk gula untuk penyandang diabet sekalipun. Gula itu makanan prosesan, hilang semua kealamiannya. Yang tersisa hanya makanan yang berpotensi menjadi sampah dan menghabiskan cadangan enzim kita, yang nantinya akan menuntun pada kondisi-kondisi degeneratif.

Ribet ya FC... Itu karena kita belum terbiasa. Kita kan makan untuk sehat. Apa sih yang lebih penting dari sehat?
Serunya di FC itu adalah ketika bisa disiplin 5 hari menjalani FC, ada sabtu-minggu untuk kita "cheating". Makan makanan yang melanggar pola FC. Buat social-eating atau melampiaskan rindu pada makanan sampah. Gapapa kok. Tapi jangan kaget kalau tiba-tiba tubuh bereaksi keras, misalnya diare. Itu normal kok. Itu cara tubuh bereaksi pada "racun". Keren kan, tubuh kita sehat dan bisa memfilter sendiri apa yang baik atau tidak.

Dan bonus favoritku adalah nggak gampang sakit walaupun ada pancaroba seperti apapun. Kalau pun sakit batuk-pilek-demam, asal tetap menjalankan FC, kita bisa sembuh tanpa obat-obatan kimia. Daya tahan tubuh membaik, dan sssttt,... ini pasti disuka para perempuan... bodi keren dan kulit cling!

Jadi, masih mau menomorsekiankan kesehatan?
Untuk info lebih lanjut silakan intip web mas Erikar Lebang di http://www.erykar.com

Tidak ada komentar: